Ibu

Imam Dzahabi dalam kitabnya Al-Kabair berkata:

Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama Sembilan bulan seolah-olah Sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkan mu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dan ia hilangkan rasa kantuknya untuk menjaga mu. Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras.”

Ibu Ibu Ibu

Ibu, kau rela berkorban apa saja demi anakmu, dengan harapan agar kelak ia menjadi manusia yang berguna.

Ibu, kau berjuang antara hidup dan mati untuk anak-anakmu, dengan harapan agar kelak ia menjadi manusia yang berhasil dalam hidupnya. Karena keberhasilannya adalah kebanggaan dan kebahagiaan untukmu.

Ibu, kau rela mengalah dan rela menderita atau menyakiti dirimu sendiri demi anakmu agar ia hidup bahagia

Ibu, kau rela melakukan apapun itu hanya demi anak-anak mu, mengorbankan kebahagianmu sendiri demi kebahagiaan anak-anak mu. Kau pun terkadang menutupi rasa sedih mu, demi melihat anak-anak mu tersenyum dan bahagia.

Ibu kau lah guru terbaik untuk anak-anak mu. Dengan lembut, dengan kasih sayang dengan kesabaran dan dengan sebuah pengorbanan kau mendidiknya. Kau mendidiknnya dengan harapan agar kelak mereka menjadi orang yang lebih baik dari mu.

Ibu keridhanmu adalah keridhan-Nya. Murka mu adalah murka-Nya.

Aku sayang Ibu. Aku Cinta Ibu. Ibu matahari dalam hidupku. Ibu kekuatan terbesar dalam hari-hari ku. Ibu maafkan aku yang terkadang  membuatmu menangis dan bersedih. Ibu maafkan aku yang terkadang berkata tak sopan dan menggerutu atas perintahmu.

Ibu aku hanya punya CINTA. Yang mungkin tak cukup untuk menggantikan setiap tetes air mata mu.

 Ya Allah, jagalah Ibu. Berilah dia kebahagiaan dunia dan akhirat. Cintailah ia, sayangi ia dengan kasih sayang Mu ya Allah. Aku sangat mencintainya…

With love Meli……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s