hayoo rencanakan keuangan masa depan sejak sekarang!

Perencanaan keuangan keluarga adalah merencanakan masa depan sedini mungkin untuk mencapai tujuan keuangan yang dicita-citakan melalui pengelolaan keuangan yang terencana, teratur dan bijak. Perencanaan keuangan lebih banyak berkaitan dengan keuangan pribadi (personal finance) daripada keuangan perusahaan (corporate finance), karena subjek perencanaan keuangan adalah pribadi atau keluarga, bukan perusahaan.  Perencanaan keuangan secara komprehensif dapat meningkatkan kualitas hidup dengan cara mengurangi kekhawatiran akan kepastian masa depan financial seseorang.  Begitulah penjelasan Bu Dwi kepada para Mahasiswa Perbankan Syariah dalam pertemuan kuliah pagi ini (Rabu, 19 September 2012).

Diharapkan dengan belajar mengenai perencanaan keuangan mahasiswa mampu untuk membuat skala prioritas kebutuhan dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut. Perencanaan keuangan syariah ini bertujuan untuk mempersiapkan keuangan yang mapan di masa yang akan datang serta untuk mengurangi resiko-resiko yang mungkin terjadi.

Namun sayang, di Indonesia masih sedikit sekali, individu maupun keluarga yang sudah menyusun perencanaan keuangan. Adapun penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat, individu ataupun keluarga tidak mempunyai tujuan keuangan yang jelas, individu ataupun keluarga selalu menganggap adanya keterbatasan waktu yang tersedia, keterbatasan ilmu dan pengetahuan bagaimana mengelola keuangan keluarga yang baik, dan individu ataupun keluarga belum mampu memilih produk keuangan yang semakin beragam.

Hal penting dalam perencanaan keuangan ini adalah harus dilandasi dengan nilai spiritualitas. Perencanaan keuangan seperti ini sering disebut dengan perencanaan keuangan syariah. Jika ada perencanaan keuangan syariah, sudah pasti ada yang disebut dengan perencanaan keuangan konvensional. Lalu apa bedanya? Tentu sangat lah berbeda antara keduanya. Jika kita lihat dari tujuan, perencanaan keuangan konvensional memiliki tujuan untuk merencanakan masa depan yang terjamin dan mencapai kekayaan (matrealistis) saja, berbeda dengan tujuan perencanaan keuangan syariah yang bertujuan untuk merencanakan masa depan, tanpa melupakan unsur takdir (tawakal) dan sukses dunia dan akhirat.

Pada perencanaan keuangan konvensional tidak memperhatikan unsur pembersihan harta (zakat, infaq, dan shadaqah), tetapi pada perencanaan keuangan syariah harus memperhatikan unsur cleansing of wealth, yaitu dengan menunaikan zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf.

Perlu diingat dalam menentukan tujuan keuangan haruslah realistis, spesifik dan terukur, harus memiliki target dengan membuat skala prioritas jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, dan terakhir haruslah ada tindakan yang harus dilakukan. Karena tanpa aksi, rencana sebagus apapun tidaklah bermakna.

 

Melihat Kebaikan dari Setiap Kejadian

Menerima apa pun yang menimpa kita dan meyakini bahwa ada kebaikan dalam setiap kejadian walaupun tampaknya merugikan, bahkan malah bersyukur untuk semua itu, bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Ia adalah kebenaran yang disadari melalui pemahaman akan kebesaran dan keagungan Allah. Seseorang hanya perlu mengenal Tuhan-Nya—Pencipta alam semesta—dan peristiwa apa pun yang terjadi di dalamnya serta bersyukur atas semua itu. Kehidupan ini akan penuh dengan cahaya keindahan jika kita menyadari bahwa pasti akan ada kebaikan dari setiap fase waktu dan peristiwa yang kita alami.

Sejak pertama kali seseorang membuka matanya di dunia, Allah lah yang menetapkan setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya. Allahlah Yang Mahakuasa, Mahabijaksana, dan Mahaadil. Semua diciptakan Allah dalam rangka memenuhi rencana-Nya dan untuk tujuan Ilahiah, sebagaimana difirmankan Allah dalam sebuah ayat Al-Qur`an, “Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.(al-Qamar: 49) Dalam cahaya kekuasaan dan kehebatan Allah yang tiada batasnya, manusia hanyalah makhluk yang lemah. Tanpa kemurahan dan kasih Allah, ia tidak akan bisa bertahan. Melalui kemampuannya untuk memahami dan mempertimbangkan, manusia dapat memahami sesuatu hanya seluas apa yang diizinkan Penciptanya. Apa pun yang kita alami dalam hidup ini, kita harus tetap ingat bahwa Allah adalah Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta dan Dia mengetahui, melihat, dan mendengar apa yang tidak dapat kita ketahui, lihat, dan dengar; dan bahwa Allah mengetahui sesuatu yang akan terjadi dan tidak kita sadari. Demikianlah, kita menyadari bahwa Allah lah yang menyebabkan terjadinya setiap peristiwa sesuai dengan tujuan ilmiah, yaitu untuk kebaikan kita.

Mungkin kita sering mendengar orang berkata, “Pasti ada kebaikan di balik kejadian ini”. Tapi tak jarang kita gagal memahami apa makna sesungguhnya dari ungkapan tersebut. Ungkapan tersebut mengandung pengertian yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Melihat kebaikan dari setiap kejadian, baik kejadian itu menyenangkan ataupun menyedihkan, merupakan sebuah keniscayaan. Itu membuktikan bahwa kita yakin akan kebesaran kekuasaan Allah. Kita harus ingat bahwa takdir yang ditentukan Allah adalah benar-benar sempurna. Jika seseorang menyadari adanya kebaikan dalam setiap hal, dia akan menemukan karunia dan maksud Ilahiah yang tersembunyi di dalam semua kejadian rumit yang saling berhubungan.

Analisis Kebutuhan SDM

PEMBAHASAN

Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi. Timbulnya kebutuhan akan profesionalisme untuk membantu organisasi dalam melaksanakan tujuannya menunjukkan semakin berperannya sumber daya manusia dalam mencapai keberhasilan organisasi dan semakin meningkatnya perhatian terhadap manajemen SDM. Para manajer memberikan perhatian penting kepada ketersediaan kemampuan-kemampuan dan keahlian-keahlian yang dibutuhkan dalam rangka pertumbuhan bisnis, kualitas kemampuan manajerial dan pengendalian terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan pengelolaan sebagian besar karyawan yang memiliki kemampuan tinggi.

Agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik, dibutuhkan sumber daya manusia yang memenuhi syarat-syarat dan kriteria organisasi. Dari semua kriteria tersebut diharapkan akan terbentuk sumber daya manusia yang produktif yang berguna terhadap pencapaian tujuan organisasi. Manajemen yang baik akan cepat tanggap dalam memenuhi kebutuhan karyawan yang memiliki kemampuan dari keinginan untuk melaksanakan program-program organisasi. Untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka diperlukan perencanaan sumber daya manusia. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa mereka mempunyai karyawan yang benar pada saat yang tepat untuk melaksanakan rencana organisasi.

A.    Kebutuhan Sumber Daya Manusia

Kebutuhan (demand) atau permintaan akan sumber daya manusia oleh suatu organisasi adalah merupakan ramalan kebutuhan akan sumber daya manusia ini bukan sekedar kuantitas atau jumlah saja tetapi juga menyangkut soal kualitas. Dalam meramalkan kebutuhan sumber daya manusia yang akan datang perlu memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan organisasi itu.

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi dan harus diperhitungkan dalam membuat ramalan kebutuhan sumber daya manusia pada waktu yang akan datang antara lain:

1.      Faktor eksternal

Faktor eksternal adalah kondisi lingkungan bisnis yang berada diluar kendali perusahaan yang berpengaruh pada rencana strategic dan rencana operasional, sehingga langsung atau tidak langsung berpengaruh pada perencanaan SDM. Faktor eksternal tersebut pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai sebab atau alasan permintaan SDM dilingkungan sebuah organisasi/perusahaan. Sebab atau alasan terdiri dari:

a.       Ekonomi Nasional dan Internasional (Global)

Faktor ini pada dasarnya berupa kondisi dan kecendrungan pertumbuhan ekonomi dan moneter nasional dan/atau Internasional yang berpengaruh pada kegiatan bisnis setiap dan semua organisasi atau perusahaan.

b.      Sosial, politik dan budaya.

Faktor ini tercermin dalam kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di wilayah Negara tempat operasional sebuah organisasi atau perusahaan menjalankan operasional bisnisnya.

c.       Perkembangan ilmu dan teknologi

Perkembangan dan kemajuan Ilmu dan Teknologi berpengaruh pada kecepatan dan kualitas proses produksi dalam bentuk teknologi untuk mendesain produk, meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas dan kualitas produk, termasuk juga teknologi pemberian pelayanan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Organisasi yang tidak mampu mengadaptasi kemajuan dan perkembangan teknologi baru yang canggih dalam melaksanakan pekerjaan, akan ditinggalkan atau tersisih dalam berkompetisi.

d.      Pasar Tenaga Kerja dan Perusahaan pesaing

Pasar tenaga kerja adalah areal geografi yang memiliki persediaan tenaga kerja yang dibutuhkan (demand) sebuah perusahaan. Dan perusahaan pesaing adalah hal yang harus dipertimbangkan dalam memprediksi kebutuhan SDM.

2.      Faktor internal

Faktor internal adalah kondisi persiapan dan kesiapan SDM sebuah organisasi/perusahaan dalam melakukan operasional bisnis pada masa sekarang dan untuk mengantisipasi perkembangannya dimasa depan. Dengan kata lain faktor internal adalah alasan permintaan SDM, yang bersumber dari kekurangan SDM didalam organisasi/perusahaan yang melaksanakan bisnisnya, yang menyebabkan diperlukan penambahan jumlah SDM. Alasan ini terdiri dari:

a.       Faktor Rencana Strategik dan Rencana Operasional

Faktor ini merupakan penyebab utama yang terpenting dalam memprediksi kebutuhan SDM.

b.      Faktor Prediksi Produk dan Penjualan

Sebuah organisasi atau perusahaan harus melakukan prediksi produk yang akan dihasilkannya dan memprediksi pula produk yang bisa dipasarkan. Prediksi ini pada dasarnya merupakan prediksi laba yang dapat diraih, dengan mempergunakan jumlah dan kualitas SDM yang sudah dimiliki oleh organisasi/perusahaan. Kemungkinan meningkat dan menurunnya produk dan pemasaran atau laba perusahaan, sangat besar pengaruhnya pada prediksi kebutuhan SDM.

c.       Faktor Pembiayaan SDM

Dalam memprediksi kebutuhan SDM sekurang-kurangnya harus sesuai dengan kemampuan organisasi/perusahaan membayar upah/gaji tetap sebagai bagian pembiayaan SDM dari presentase laba yang dapat diraih organisasi/perusahaan secara berkelanjutan.

d.      Faktor Pembukaan Bisnis baru

Pengembangan produk baru akan berdampak diperlukannya penambahan SDM, karena terjadi penambahan pekerjaan dan bahkan mungkin bertambahnya jabatan baru. Untuk itu perlu dilakukan prediksi kebutuhan SDM dalam perencanaan SDM, baik jumlah maupun kualitasnya, yang disebabkan oleh pengembangan bisnis baru dilingkungan sebuah organisasi/perusahaan.

e.       Faktor Desain Organisasi dan Desain Pekerjaan

Semakin banyak unit kerja dalam struktur organisasi, maka semakin banyak dan semakin bervariasi kualifikasi permintaan dalam perencanaan SDM sebuah organisasi/perusahaan.

f.       Faktor Keterbukaan dan keikutsertaan para manajer

Pada dasarnya faktor ini berkenaan dengan keterbukaan dan kebijaksanaan Manajer Puncak. Kebijaksanaan tanpa diskriminasi dengan nilai-nilai demokratis memungkinkan perencanaan SDM memprediksi jumlah dan kualifikasi permintaan SDM secara akurat dan obyektif.

3.      Persediaan karyawan

Faktor ini adalah kondisi tenaga kerja (SDM) yang dimiliki perusahaan sekarang dan prediksinya dimasa depan yang berpengaruh pada permintaan tenaga kerja baru. Kondisi tersebut dapat diketahui dari hasil audit SDM dan Sistem Informasi SDM (SISDM) sebagai bagian dari Sistem Informasi manajemen (SIM) sebuah organisasi/perusahaan. Beberapa dari faktor ini adalah:

a.       Karyawan yang akan pension

Jumlah, waktu dan kualifikasi SDM yang akan pension, yang harus dimasukkan dalam prediksi kebutuhan SDM sebagai pekerjaan atau jabatan kosong yang harus dicari penggantinya.

b.      Pengunduran diri karyawan

Prediksi jumlah dan kualifikasi SDM yang akan berhenti atau keluar dan pemutusan hubungan kerja (PHK) sesuai dengan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau kontrak kerja, yang harus diprediksi oleh penggantinya untuk mengisi kekosongan pada waktu yang tepat, baik dari sumber internal maupun eksternal.

c.       Kematian, dan sebagainya.

Prediksi yang meninggal dunia. Prediksi ini perlu dilakukan di lingkungan organisasi atau perusahaan yang telah memiliki SDM dalam jumlah besar yang seharusnya memiliki Sistem Informasi SDM yang akurat. Prediksi yang meninggal dunia dilakukan karena kemungkinan terjadi diluar kekuasaan manusia atau tidak tergantung usia, sehingga mungkin saja dialami oleh pekerja yang usianya relative masih muda.

B.     Peramalan Kebutuhan Sumber Daya Manusia

Peramalan kebutuhan tenaga kerja dimaksudkan agar jumlah kebutuhan tenaga kerja masa kini dan masa depan sesuai dengan beban pekerjaan, kekosongan-kekosongan dapat dihindarkan dan semua pekerjaan dapat dikerjakan. Peramalan kebutuhan tenaga kerja ini harus dapat didasarkan kepada informasi factor internal dan eksternal perusahaan.

Peramalan (forcast) kebutuhan sumber daya manusia secara logis dapat dibagi menjadi 3, yakni:

1.      Ramalan permintaan sumber daya manusia

Ramalan akan kebutuhan permintaan ini sebaiknya dibagi ke dalam permintaan jangka panjang dan permintaan jangka pendek. Dalam membuat ramalan permintaan ini perlu mempertimbangkan atau memperhitungkan: rencana strategis organisasi, perkembangan penduduk, perkembangan ekonomi, perkembangan teknologi, serta kecenderungan perubahan-perubahan sosial di dalam masyarakat.

2.      Ramalan persediaan sumber daya manusia.

Dalam membuat ramalan persediaan sumber daya manusia ini perlu memperhitungkan antara lain: persediaan sumber daya manusia yang sudah ada sekarang ini baik jumlah maupun kualifikasinya, tingkat produksi atau efektivitas kerja sumber daya yang ada tersebut, tingkat pergantian tenaga, angka absensi karyawan atau tenaga kerja, dan tingkat rotasi atau perpindahan kerja

3.      Perlakuan atas sumber daya manusia.

Berdasarkan perhitungan atau ramalan kebutuhan di suatu pihak, dan ramalan persediaan sumber daya manusia yang ada saat ini maka perlu tindak lanjut yaitu perlakuan (tindakan) yang akan di ambil. Ramalan perlakuan ini misalnya: pengangkatan pegawai baru, penambahan kemampuan terhadap pegawai yang sudah ada melalui pelatihan, pengurangan pegawai, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Malayu. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara, 2001.

Nawawi, Hadari. Perencanaan SDM. Gadjah Mada University Press, 2003.

Sofyandi, Herman. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008.

Lelah? Menyenangkan???

Jum’at, 9 March 2012

Hufhh hari ini cukup melelahkan tapi banyak hal yang aku peroleh di hari ini. Sepertinya hari jum’at akan menjadi hari yang menyenangkan meski melelahkan. Dosen ku yang hebat, banyak memberikan motivasi meski tidak secara langsung.

Hari ini Pak Nadra berkata, bahwa beliau mengajarkan statistik, agar kelak Mahasiswa bimbingannya mudah untuk membuat sebuah penelitian skripsi. Jadi beliau menekankan bahwa statistik itu sangat penting untuk dipelajari seorang mahasiswa, apalagi statistic sangat dibutuhkan untuk membuat laporan penelitian skripsi nanti. Skripsi bukan hanya ramai dengan rangkaian kata-kata membentuk bait-bait paragraf, tapi dalam sebuah skripsi harus ada sebuah data yang disajikan dalam bentuk table, diagram ataupun chart lainnya.

Hari ini kita harus mengulang materi pelajaran di semester 3, yaitu statistik1. Sekedar untuk mengingatkan dan memperjelas. Statistik 2, sepertinya akan menjadi mata kuliah yang begitu dahsyat.

Oya, hari ini selain di kelas aku juga akan bertemu dengan Pak Nadra di kajian perdana Ekonomi Islam. Beliau akan menjadi pemateri di kajian itu. wah tema yang diangkat untuk kajian hari ini cukup menarik.

Jurnal???? Penelitian???? Aku masih penasaran, sebenarnya jurnal itu apa? akhirnya aku iseng untuk mencari tahu tentang jurnal. Aku pun menemukan sebuah web yang berbicara tentang jurnal. Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan. Dan ada tiga jenis jurnal, yaitu jurnal ilmiah, jurnal akuntansi dan jurnal khusus.

Tapi tentu yang dibicarakan Pak Nadra hari ini mengenai jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review (ulasan sejawat).

Terdapat berbagai jurnal ilmiah yang mencakup semua bidang ilmu, juga ilmu sosial dan humaniora. Penerbitan dalam bentuk artikel ilmiah biasanya lebih penting untuk bidang ilmu pengetahuan alam maupun kedokteran dibandingkan dengan bidang akademik lain.

 Sampai Januari 2012 tercatat lebih dari 7.000 jurnal ilmiah yang diterbitkan dan kurang dari 4.000 jurnal yang secara kontinyu mengirimkan terbitannnya ke PDII-LIPI. Jurnal yang saat ini dapat diakses yaitu 5.400 jurnal baik dari Perguruan Tinggi maupun Lembaga Penelitian dengan lebih dari 80.000 artikel dan 38.000 dapat diakses secara lengkap.

Kira-kira aku bisa tidak yah menjadi seorang peneliti? Semoga saja bisa, karena tidak ada yang tidak mungkin jika kita memiliki kemauan dan ada usaha yang dilakukan.

Dalam kajian itu juga Pak Nadra mengatakan bahwa menjadi seorang peneliti itu tidaklah mudah, dibutuhkan sebuah kesungguhan dan membutuhkan dana yang tidaklah sedikit.

Satu pesan yang disampaikan Pak Nadra pada kami sebagai seorang mahasiswa, “Ilmu itu begitu indah.” Memang benar, ilmu itu begitu indah. Dengan ilmu kita akan bersikap lebih bijak ketika mengurai sebuah persoalan hidup.

Kunci mendapatkan ilmu yang banyak adalah banyak membaca, bukankah membaca buku dan menemukan banyak ilmu didalamnya itu begitu menyenangkan. Lihatlah, banyak sekali buku-buku yang dapat kita baca dan kita jadikan sumber ilmu, tidak harus membeli karena kita dapat meminjamnya di perpustakaan kampus. Tapi sayang, tidak banyak Mahasiswa yang menyadarinya, datang ke kampus paling-paling banyak nongkrongnya, ketimbang mencari ilmu di perpustakaan.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Menuntut ilmu itu diwajibkan kepada Muslim dan muslimah, bahkan semenjak lahir sampai ke liang lahat.”

Hayoo, mulai dari sekarang kita harus bisa belajar untuk mencintai ilmu pengetahuan. Menjadi orang pintar itu tidak rugi loh. Menjadi orang pintar akan menjadi orang yang bermanfaat, apalagi jika mau mempraktikan dan mengamalkannya ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Ketika seseorang mencari dan mendapatkan ilmu, itu akan mengantarkannya menjadi manusia sejahtera dunia dan akhirat.”

Mantra yang Luar Biasa

Kamis, 8 March 2012

Pagi ini langit biru tertutup awan hitam. Tapi meski begitu, hujan tidak turun di pagi ini. Hembusan angin memberikan kesejukan menambah kesan bahwa pagi ini tidak ada sinar hangat nya mentari.

Hari ini aku masuk siang. Jam tujuh pagi aku masih berdiam di depan televisi. “Mel, jangan nonton tivi pagi-pagi. Cepetan kerja, nyapu kek, ngapain gitu jangan nonton tivi,” Ibu selalu berkata seperti itu. aku tetap tak bergeming dengan seruan Ibu, terkadang Ibu sampai jengkel, sudah keras-keras bersuara tadi tidak aku dengarkan. Maaf yah Bu :*.

Aku mematikan tivi lalu mengambil sapu di teras depan. Debu-debu halus bertebaran di setiap sudut lantai. Bukan hanya debu tapi beberapa lembar kertas juga ikut membuat kotor teras di rumahku. Mungkin itu kerjaan adik perempuan ku, yang terkadang membuang sampah sembarangan.

“Mel, kamu kuliah jam berapa. Kok belum rapi,” tanya Ayah pada ku. “Masuk jam 11 yah, nanti aku berangkat jam setengah sepuluh.” “Owh, gitu donk, berangkat lebih awal lebih baik. jangan sampai kamu terburu-buru kayak kemarin.” Aku hanya tersenyum, kalau gak terburu-buru itu bukan aku namanya Yah.

Lagi-lagi aku berangkat kesiangan, sudah hampir jam 10 kurang 10 menit. Aku masih menunggu angkutan umum yang tak kunjung datang. Lagi-lagi perasaan panic itu menyelinap, takut telat.

“Mel, kamu ada dimana?,” salah seorang teman ku mengirim pesan pada ku. “Aku masih di jalan, sebentar lagi sampai,” aku menjawab asal. “Yaudah, saya tunggu yah di depan BRI kampus.” Beberapa menit kemudian aku tiba di depan gedung-gedung  bertingkat itu.

“Assalamu’alaikum,” aku menghampiri teman ku yang sudah menunggu didepan BRI. “Wa’alaikumsalam,” jawabnya. “Meli, kenalin ini Kak Muslim, beliau adalah kordiv. Kewirus tahun lalu.” Aku tersenyum kepadanya, “Meli.”

“Mel, ini uang div.kewirus tahun lalu, sekarang kamu yang menyimpannya yah. Ini juga ada beberapa pin, tolong dijualain ke teman-teman yah.” Aku dititipkan sebuah amanah yana cukup membuat ku pusing.

Hari ini ada kuliah di lantai enam, local 3.6.23. Mata kuliah hari ini adalah manajemen SDM. Dosennya adalah dosen PA (pembimbing akademik) ku, yaitu Pak Abdul Malik. Beliau menceritakan tentang diri beliau, dari pendidikan sampai dengan pengalaman kerja. Waw, mendengar cerita beliau ternyata banyak sekali pengalaman kerja beliau.

“Anak-anak, semua dari kita pasti bisa sukses, tapi dengan dua modal utama yaitu harus jujur dan tekun,” ucap Pak Malik pada kita.

Bukan hanya itu, beliau juga berkata bahwa kesuksesan seseorang itu dapat dilihat ketika usianya sudah 40 tahun. Jika pada usia 40 tahun dia sudah mencapai titik puncak tujuan, maka dia sudah dapat dikatakan berhasil. Tapi jika pada usia 40 tahun dia masih berada pada titik yang jauh dengan tujuan, maka dia tidak akan berhasil.

Pulang kuliah ada dua rapat yang harus aku hadiri. Tapi aku tidak bisa datang ke dua pertemuan itu sekaligus, aku harus memilih. Pilihan sudah aku tentukan. Rapat belum selesai tapi aku, Afifah, Aisyah dan Syifa  keluar duluan. Aku, Afifah dan Syifa sudah ada janji dengan Nadi dan Robi. Kita berlima mau nonton film “Negri 5 Menara”.

“Cepetan, udah mau masuk nih,” sms Nadi. “Iya, ini sebentar lagi sampai.” Setibanya disana, kita berlima langsung masuk ke dalam Studio bioskop, film nya sudah mulai. Ditengah-tengah cerita, tiba-tiba layar bioskop itu menjadi gelap. Filmnya tiba-tiba mati. Semua penonton pun merasa kecewa. Tapi kejadian buruk itu tidak berlangsung lama. Alur cerita yang semakin menarik pun berlanjut.

Film yang bagus menurut ku. memberikan banyak nilai kehidupan. Sebuah mantra hebat, “man jadda wa jadda” mantra hebat yang mampu mengubah mimpi menjadi pasti. Bukan hanya itu, aku menjadi semangat untuk menulis. Aku semakin yakin untuk menjadi seorang jurnalis Ekonomi Islam.

Sebuah kalimat sederhana masih terngiang di ingatan ku. Kata sederhana tapi memberikan efek luar biasa, “Seorang jurnalis mampu merubah dunia hanya dengan kata-kata.” Hebat bukan?

Dan satu lagi, pesan yang dapat aku ambil dari film itu. “Orang besar bukanlah seorang pengusaha yang kaya. Orang besar adalah orang yang mampu memberikan banyak manfaat untuk orang lain.”

Hari yang melelahkan

 

Selasa, 6 March 2012

Udara pagi ini terasa dingin, sepertinya hujan baru saja reda, terlihat tetesan air dari ujung-ujung daun pepohonan, jalan-jalan basah dan banyak air yang tergenang. Aku sudah berpakaian rapi dengan baju ku yang serba coklat, celana, jilbab dan baju berwarna cokelat. Hari ini aku tidak naik kereta seperti hari-hari kuliah sebelumnya, aku lebih memilih untuk menggunakan angkutan umum.

Hari ini aku harus mempersiapkan diri karena akan berperang dengan 4 matakuliah yang bobotnya 3 sks semua. 4*3=12, subhanallah hari ini ada 12 sks berarti harus berjuang selama 12 jam. Jam kuliah dengan jam normal berbeda, 1 jam kuliah berarti 45 menit. 12*45= 540 menit, dan itu sama dengan 9 jam. Gak kebayang, hari ini harus belajar selama 9 jam, baru pertama kali ini, seperti itu.

Ketika pagi wajah teman-teman ku sangat ceria, senyuman tergurat di wajah mereka dan mereka terlihat begitu semangat. Tapi semangat kita sedikit pudar ketika tahu bahwa dosen pertama di hari ini tidak masuk. Padahal kami sudah datang cepat-cepat karena takut terlambat, tapi kecewa karena dosen yang ditunggu tidak datang. Baru jam 8, aku ada kelas 2 jam lagi. Akhirnya aku dan beberapa teman ku menunggu di PUSDATIN lantai 3. Sambil menunggu, ada saja hal aneh yang teman-teman ku lakukan.

Dua jam berlalu. Dosen matakuliah Muamalat Kontemporer datang lebih awal ke dalam kelas. Ketika aku dan bebrapa teman ku masuk ke dalam kelas, beliau sudah berada di kursi dosen Awal aku masuk kelas, beliau terlihat sangat tidak ramah. Tapi ternyata, beliau jauh dari dugaan ku. Beliau sangat ramah dan sangat unik. Dengan penuh semangat beliau memperkenalkan diri, aku pun yang tadinya sedikit malas bisa menjadi semangat kembali mendengar penjelasn beliau.

Dengan sedikit sindiran dan sedikit gurauan beliau dapat mengajak kami untuk tertawa. Bukan hanya mengenalkan diri, beliau juga sedikit menerangkan apa sih fungsinya belajar Fiqh Muamalat Kontemporer. Ternyata untuk seorang bankir atau officer di Bank, belajar fiqh muamalat kontemporer itu sangat penting. Fiqh Muamalat kontemporer itu sebenarnya lanjutan dari Fiqh Muamalat 1 dan 2. Hanya saja berbeda dari sudut pandang. Fiqh muamalat 1 dan 2 hanya mempelajari transaksi muamalat yang terjadi pada masa Rasulullah tapi jika Fiqh Muamalat Kontemporer itu lebih menyoroti pada lembaga keuangan syariah yang sedang berkembang saat ini. Oya menjadi seorang banker, dituntut harus kreatif dalam memodifikasi akad untuk meramu atau merangkai sebuah produk Perbankan Syariah ataupun mengembangkan produk perbankan yang sudah ada. Dan Fiqh muamalat kontemporer ini sangat penting, karena disini kita belajar untuk menemukan permasalahan pada produk perbankan syariah dan bagaiaman solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Jadi kesimpulannya seorang bankir harus mampu menguasai ilmu Fiqh muamalat kontemporer ini.

Oke, jam pun kian berlalu, akhirnya pertemuan pertama dengan Pak Azhar (dosen Fiqh Muamalat Kontemporer) pun selesai. Sedikit gambaran tentang metode pembelajaran dan materi apa saja yang akan kami pelajari. Ternyata kurang lebih ada 30 materi, dan tentu masih sama dengan kuliah-kuliah sebelumnya yaitu dengan metode diskusi.

Kami hanya memiliki waktu 1 jam untuk istirahat. Waktu istirahat kami pergunakan untuk makan siang dan shalat. Siang ini, aku, Syifa dan Afifah memilih untuk makan siang di pesanggrahan. Semangkuk soto daging dan Nasi, cukup untuk mengganjal perut kita yang keroncongan. Setelah makan, kita harus segera ke Fakultas kembali, karena kita harus shalat dan masih ada jam kuliah.

Lantai tiga gedung FSH menjadi tempat tujuan kami. Mushola kecil yang terdapat di sana adalah tempat para mahasiswa untuk shalat, baik berjamaah maupun tidak. Hanya ada empat keran yang bisa kita pergunakan untuk mengambil wudhu, dua untuk wanita dan dua untuk laki-laki dengan tempat yang terpisah tentunya. Tapi dari empat keran hanya ada tiga keran yang dapat dipergunakan dengan baik. Tentu, untuk berwudhu saja kita harus mengantri lama.

Selesai shalat, kita harus naik ke lantai enam. Local 3.6.23 menjadi kelas kami di siang ini. dosen-dosen ku ternyata sangat rajin. Jam 1 hanya lewat beberapa menit, Dosen Komunikasi Bisnis sudah datang. Nama beliau adalah Pak Iding.

Kominikasi, itulah suatu hal yang tidak bisa terlepas dari kita. Sebuah filosofi mengatakan, “We can not no communication” (Kita tidak bisa, tidak berkomunikai). Jadi intinya, belajar komunikasi bisnis itu penting, apalagi sebagai seorang mahasiswa. Oya, setiap orang memiliki cara berkomunikasi yang berbeda-beda loh.

Sama seperti dosen-dosen baru ku sebelumnya, beliau memperkenalkan diri dan menjelaskan bagaiaman metode belajar. Cukup unik, ketika beliau berkata “bagi mahasiswa yang tulisannya atau opininya bisa dimuat di media cetak, saya akan memberikan nilai A padanya tanpa mengikuti ujian.” Waw sebuah tantangan baru. Menarik dan harus dicoba. Aku jadi semangat untuk terus belajar menulis sebuah artikel. Beliau juga berkata bahwa tugas seoramg mahasiswa itu adalah membaca dan menulis. Dua komponen yang sangat penting untuk mempertajam pengetahuan dan kemampuan kita bukan?

Pertemuan hari pertama pada mata kuliah “Komunikasi Bisnis” tidak sampai selesai. Masih ada waktu 1 jam lagi untuk masuk ke kelas selanjutnya.

Lembaga Keuangan Syaruah Non Bank, itulah mata kuliah terakhir di hari ini. Wajah teman-teman ku sudah mulai berubah. Semua terlihat letih, dan tidak lagi bersemangat seperti tadi pagi. Dosen datang, tapi nampaknya akan terasa jenuh.

Tapi, jika diperhatikan penjelasan dosen yang tidak aku tahu namanya itu cukup menarik. Aku senang dengan dosen yang menjelaskan seperti itu. Jelas dan teratur.

Teman, belajar itu memang tidak mudah. Dibutuhkan waktu dan sebuah kesabaran. Jangan sampai semangat yang sudah tertanam hilang. Karena hilang semangat berarti hilang juga kemaun untuk terus belajar.

Hari ini memang melelahkan, tapi jika kita menikmati setiap prosesnya, rasa lelah itu akan hilang. Dan ilmu-ilmu yang kita dapat hari ini akan membayar semua rasa lelah itu. Teman, tujuan kita belajar disini adalah untuk memperjuangkan Ekonomi Islam. Tapi, tujuan itu tidak akan dicapai tanpa ada kesungguhan dari diri kita.

“Berusahalah sekuat tenaga hingga kau mencapai tujuan. Jika tidak, engkau akan hidup dalam kesusahan”.

 

Happy Anniversary Sharezz

Sabtu, 3 March 2012

Lagu “Pertengkaran kecil” dari EDCOUSTIC membuka pagi ku di hari ini. Hari ini adalah hari special bagi aku dan sahabat-sahabat ku. Sharezz happy anniversary 4th yah… 3 maret adalah hari terbentuknya persahabatan kami. Senang rasanya jika ku mengingat-ingat kenangan yang pernah kita lalui semasa SMA dulu. Empat tahun sudah kita melalui sebuah kebersamaan. Perasaan marah, kesal, senang, rindu pun pernah menjadi satu, tapi itulah warna-warni yang menghiasi persahabatan kita.

Sebuah kebersamaan semasa SMA dulu mungkin sangat sulit untuk kita rasakan lagi saat ini. kesibukan masing-masing mungkin itulah permasalahannya. Mencari-cari waktu yang pas untuk bertemu, menyesuaikan jadwal masing-masing. Tapi terkadang keegoisan lah yang menang, bahkan tak jarang sedikit kesalahpahaman ataupun perasaan kesal lah yang terjadi, janji yang tidak terpenuhi, atau bahkan sulit sekali meluangkan waktu untuk bertemu. Pertengkaran kecil seperti itu memang wajar, seperti lirik lagu edcoustic “Pertengkaran kecil kemarin biar jadi gambaran hikmah.” Semoga dengan pertengkaran kecil itu persahabatan kita semakin erat ya Sharezz. Karena dengan seperti itu kita akan lebih memahami sifat satu sama lain, dan berusaha untuk menjadi lebih baik.

Sharezz, bukankah kita selalu berkata “Sejauh mana kita mampu berbagi”, lalu jika kita tidak saling berkomunikasi dengan baik bagaimana kita mampu berbagi. Tapi, komunikasi kan tidak hanya dengan tatap muka saja, sekarang zaman sudah modern dan canggih banyak sekali alat komunikasi yang bisa digunakan untuk ber say “Hello” atau menanyakan kabar satu sama lain. Semoga di hari jadi Sharezz yang ke 4 kita semakin kompak dan lebih saling memahami sifat satu sama lain yah,,,,

Pokoknya you are the best SHAREZZ…… Sharezz, sejauh mana kita mampu berbagi…….

masih inget gak waktu kita ngambil foto ini, ada pak satpam yang sedang memperhatikan kita dari kejauhan,,, mungkin pak satpam itu bingung, ini anak sekolah kurang kerjaan bangett,, foto-foto di tempat umum…